Letak Astronomis
Selatan 7°46'17.9" dan timur 110°29'24.9". Letak keraton ini ada di Bukit Boko, sekitar 19 kilometer ke arah timur dari kota yogyakarta (menuju ke arah Wonosari), dari arah barat kota Solo sekitar 50 kilometer dan sekitar 3 kilometer dari Candi Prambanan ke arah selatan.
Letak Administratif
Kompleks istana Ratu Boko terletak di jalan raya Jogja-Solo, Prambanan, Yogyakarta, Indonesia. Istana ini terletak di 196 meter diatas permukaan air laut dan menempati area tanah seluas 250.000m2.
Lingkungan geografis
Letak keraton ini berada pada bukit Boko, di arah utara Candi Prambanan dan candi kalasan dengan latar belakang pemandangan Gunung Merapi dengan suasana pedesaan dengan sawah menghijau di sekelilingnya.
Konteks Historis
Ratu boko merupakan situs arkeologi yang berasal dari istana kerajaan tua mataram pada abad ke-8. Sesuai dengan riwayat dari kerajaan tua mataram, istana ratu boko telah dibuat pada dinasti sailendra (rakai panangkaran) jauh sebelum waktu raja samaratungga membuat candi Borobudur dan rakai pikatan membuat candi prambanan.
Selain meninggalkan bukti historis dalam bentuk tulisan yang menyebar di pulau Jawa, kerajaan tua Mataram membuat banyak candi, baik bernuansa hindu maupun budha. Penemuan artefak emas di Wonoboyo mengindikasikan kekayaan dari seni dan kebudayaan. Adapun candi – candi yang dibuat pada masa ini yaitu Kalasan, Plaosan, Prambanan, Sewu, Mendut, Pawon, Borobudur dan banyak lagi.
Berdasarkan sumber prasasti bertahun 746 – 784 yang dikeluarkan oleh Rakai panangkaran, menyebutkan Keraton atau Istana ini bernama Abhayagiri Vihara yang berarti biara di bukit yang penuh kedamaian, yang sama seperti fungsinya yaitu tempat menyepi dan memfokuskan diri pada kehidupan spiritual. Arti dari nama tersebut bila dijabarkan adalah Abhaya berarti tidak ada bahaya, giri berarti bukit atau gunung, sedangkan vihara berarti asrama atau tempat para biksu agama budha yang terletak di atas bukit yang damai.
Pada periode berikutnya sekitar tahun 856 Masehi, kompleks Abhayagiri Vihara tersebut difungsikan sebagai keraton Walaing oleh Rakai Walaing Pu Khumbayoni yang beragama Hindu. Berdasarkan prasasti Mantyasih yang dibuat 898 – 908 oleh Rakai Watukara Dyah Balitung, tetap menyebutkan Walaing dalam silsilah dari punta tarka orang yang membut prasasti mantyasih. Dari awal abad ke 10 hingga akhir abad ke-16, tidak ada kabar tentang kraton walaing.
Nama Ratu Boko datang dari folklor masyarakat sekitar. Ratu boko dalam bahasa jawa berarti raja burung bangau yang merupakan ayah dari Loro Jongrang, yang kemudian menjadi nama dari salah satu candi pada kompleks candi prambanan.
Diskripsi situs
a. Denah halaman dan organisasi ruang
imageBangunan Ratu Boko yang ditemukan oleh Van Boekholtz pada tahun 1970 ini dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu : (1) kelompok barat yang terdiri atas gapura utama, candi pembakaran, candi batu putih, kolam penampungan air, konstruksi umpak dan 2 batur pasabean. (2) kelompok tenggara yang terdiri atas pendapa, beberapa beberapa buah batur, miniature candi, komplek kolam, dan 2 buah keputren. (3) kelompok tiur terdiri dari atas kolam dan gua.
b. Struktur bangunan
1) Pintu Gerbang
image
Pintu gerbang sebelum memasuki ratu boko terdiri dari 2 bangunan, bangunan pertama terdiri dari 3 buah gapura yang berbentuk padaruksa. Kemudian bangunan gapura kedua terdiri dari 5 gapura, dengan 4 gapura apit dan 1 gapura utama di tengahnya dan memiliki bentuk paduraksa, dengan atap berhiaskan ratna dan memiliki fungsi sebagai pintu utama. Pintu pertama terbuat dari batu andhesit, tetapi lantai, tangga dan dinding terbuat dari batu gamping putih.
2) Candi Batu putih
imageCandi ini terletak di depan candi pembakaran, hanya saja candi ini berada pada halaman pertama setelah pintu gerbang pertama. bentuk bagian candi yang tersisa adalah bagian batur dan kakinya. Candi tersebut juga tidak memiliki tangga.


3) Candi Pembakaran
imageCandi ini terbuat dari batuan andhesit. Pada masa lalu air dari sumur digunakan untuk upacara keagamaan di candi pembakaran. Masyarakat percaya bahwa air tersebut memberikan keberuntungan bagi siapapun yang menggunakannya. Orang hindu menggunakannya untuk upacara tawur agung, satu hari sebelum hari raya nyepi. Ini dilakukan untuk memberikan hasil dari kemurnian diri dan mengembalikan bumi pada keserasian. Profil candi terdiri dari satu tingkat I, selasar miring, kemudian kaki candi tingkat II miring menjorok. Bangunan ini memiliki pagar yang mengelilinginya.
4) Pasabean
imagePasabean terdiri dari 2 batur yaitu berada di timur dan barat. Kedua pasabean itu saling berhadapan, tetapi fungsinya sendiri hingga sekarang belum diketahui secara pasti. Karena hal tersebut membuat orang menganalogikan tempat tersebut sebagai pasabean saat ini. Pasabean berfungsi sebagai tempat menunggu para tamu yang ingin bertemu dengan raja.
5) Pendopo
image
Bagian bawah pendopo dan atapnya terbuat dari batuan andhesit tetapi badannya terbuat dari batu gamping putih yang halus dan didalamnya memagari dua batur. 2 batur tersebut dihubungkan dengan koridor yang terbaut dari andhesit. Diatas batur pendopo terdapat 24 umpak, sementara itu 12 diatas pringgitan. Pada inti bangunan terdapat pilar dan dinding, dan umpaknya berfungsi sebagai landasan pilar yang terbuat dari kayu. Pilar, dinding dan atap terbuat dari bahan yang mudah membusuk seperti kayu, sirap yang tidak dapat bertahan. Sehingga hanya batu landasan yang tersisa ketika bahan kayu organik dari bangunan hilang.
imageDalam pendopo juga terdapat miniatur 3 candi. Miniatur candi ini terlihat seperti 2 candi perwara dan 1 candi induk.



6) Kolam
image
Kompleks kolam terbagi menjadi 2 bagian yaitu utara dan selatan. Kedua kolam tersebut terpisah oleh tembok dan dihubungkan dengan gerbang, Kompleks kolam utara berbentuk segi empat, yang terdiri dari 7 kolam (5 kolam besar dan 2 kolam kecil). Sedangkan sebelah selatan terdiri dari 28 kolam, 14 kolam besar berbentuk bulat, 13 kolam kecil berbentuk bulat dan 1 kolam kecil berbentuk bujur sangkar.
7) Gua
Pada situs ratu boko terdapat gua lanang dan gua wadon. Gua ini disebut wadon karena adanya relief yang menggambarkan simbol yoni yang merupakan simbol dari wanita diatas pintu. Simbol yoni biasanya dilengkapi dengan lingga, lingga sendiri merupakan simbol laki – laki, keduanya merupakan contoh atas dewa siwa.
8) Keputren
imageStruktur bangunan ini dihubungkan dengan cerita (folk) masyarakat sekitar sebagai keputern (tempat tinggal perempuan). Keputren terdiri atas 2 batur andhesit yang menghadap ke barat.



c. Ikonografi
imagePada tempat untuk melihat panorama yang terletak diatas Candi Pembakarang terdapat arca wisnu yang ditandai dengan 4 tangan, salah satu tangannya yang berada dibelakang memegang cakram diselah kanan dan tangan kiri seperti memegang golok. Sedangkan posisi tangan yang didepan hanya berada diposisi kanan – kiri tubuhnya. Patung ini menggunakan kalung, kemudian ada seperti hiasan sulur pada selempang yang dikenakannya. Posisi patung berdiri tegap.
Dalam komplek istana ratu boko kami tidak menemukan relief atau ragam hias, meskipun disini ada miniatur candi, candi pembakaran, candi batu putih, dinding pintu pendopo dan pada pintu gerbang.
Selengkapnya... Posted by Ageng Dwi Prastyawan 0 komentar
250px-Platner_-_Ancient_Rome_city_growthLokasi Romawi Kuno
Romawi kuno terletak di tengah semenanjung di dekat sungai Tiber dengan pusatnya adalah kota Roma. Menariknya adalah bahwa kota Roma bertentangan dengan kebanyakan kota-kota Itali lainnya. Bedanya adalah bahwa kota Roma ini di bangun diatas tanah yang relatif rendah. Kota Roma ini memiliki banyak kesamaan dengan kota-kota Bangsa Etruska kuno yang mengandalkan akses mereka ke laut untuk mengandalkan akses mereka ke laut untuk perdagangan. Lokasi romawi kuno ditandai oleh bukit-bukit yang relatif curam di tepi kiri sungai tiber dan aliran sungai itu bercabang ke daerah berawa diantara bukit-bukit. Bisa di bilang lokasinya di apit oleh bukit-bukit.
Daerah rawa itu diubah dan dikembangkan yang akhirnya menjadi Forum Boarium atau pasar daging dan pelabuhan pertama dari Romawi kuno. Pada saat itu, sungai tiber di jadikan tempat berlayar oleh kapal-kapal bangsa romawi. Rawa-rawa lainnya juga diubah menjadi sebuah pemukiman atau kota yang berdiri sekitar bukit-bukit. Contoh rawa yang paling terekenal adalah Palatine dan Aventine yang menjadi Circus Maximus dengan kursi kayu sepanjang sisi bukit dimana rawa-rawa itu berada.
Sulit sekali sekarang untuk mengetahui seluruh wilayah romawi kuno karena sebagian besar eropa di huni oleh peradaban romawi yang berkembang seiring dengan meluasnya wilayah mereka. Artinya mereka selalu mengambil alih banyak lahan untuk menjadikannya sebagai bagian dari kekaisaran Romawi. Wilayah yang berhasil mereka ambil alih antara lain Setengah dari Eropa, seluruh pantai utara di afrika dan sebagian wilayah di timur tengah. Hal tersebut menunjukkan betapa hebatnya bangsa romawi dulu.
Penduduk Asli
Penduduk romawi kuno adalah berasal dari para pendatang-pendatang. Awalnya terdiri dari tiga ras yaitu Lapygian, Etruscan dan Italian. Ras Lapygian lah yang pertama kali mendiami tanah romawi. Mereka diperkirakan datang dari utara yang terdorong sampai ke sudut tenggara semenanjung (Calabria) dan membuat peradaban disana. Selain ketiga ras tersebut ada juga ras asing yang menetap di Peninsula yaitu orang Yunani (Greeks) dan Galia (Gauls). Sebagian mereka masih memperoleh pengaruh dari bangsa Yunani yang menetap di sepanjang pantai selatan dan barat daya.
Romawi sejak awal di kenal sebagai kekaisaran yang kuat karena memiliki pasukan-pasukan yang hebat. Etruscan lah yang menjadikan kekaisaran romawi menjadi sangat hebat. Etruscan adalah ras yang paling kuat dan paling suka berperang serta unggul dalam bidang kesenian perang.
Referensi :
Selengkapnya... Posted by Ageng Dwi Prastyawan 0 komentar
Spongebob Squarepants
KARTUN sesungguhnya dihadirkan oleh pihak televisi untuk menghibur anak-anak, selain kepentingan iklan tentunya. Alih-alih ingin menghibur, justru film-film kartun ini sangat merusak perkembangan anak. Tidak semua film kartun yang ditayangkan di televisi mendidik. Banyak kartun yang isinya tidak tepat bagi anak-anak. Belum lagi waktu tayang yang tidak pas, sehingga anak-anak kadang malas untuk berangkat ke sekolah karena asyik menonton film kartun
The Owl misalnya, sekilas film ini sangat lucu dan menarik. Namun, jika kita perhatikan dengan seksama, film yang tayang di salah satu stasiun TV swasta ini syarat dengan kekerasan. Di akhir cerita film, pasti tokoh burung hantu ini hancur. Saya pun dengan terpaksa melarang anak saya menonton film ini.
Film Tom and Jerry, kartun dengan tokoh kucing dan tikus ini juga kerap mempertontonkan kekerasan. Film ini seringkali memperlihatkan ucapan dan perilaku kasar. “Kalau enggak suka, kemplang. Enggak suka, bakar!”, ini jelas sangat tidak baik buat psikologis anak-anak.
Film Sinchan, kartun yang tayang di salah satu stasiun TV di grup yang sama adalah tokoh anak yang usil dan sangat nakal. Jika keusilan dan kenakalan Sinchan ini ditiru oleh anak-anak, dampaknya sangat berbahaya buat mereka. Film ini sebenarnya sudah lama tidak tayang, namun oleh pihak stasiun tersebut nampaknya diputar kembali.
Teletubbies Film lainnya adalah Teletubbies. Sesungguhnya film ini bisa membawa anak pada kekacauan dalam memahami gender. Ini disebabkan oleh tidak adanya kejelasan gender tiap karakter dalam film tersebut. “Tinky Winky, yang seolah-olah karakternya laki-laki, kemana-mana selalu membawa tas perempuan. Begitu juga karakter Dipsy, Laa Laa, dan Po, jenis kelaminnya tidak jelas”.
Di luar masalah konten tayangan kartun, sebenarnya kebiasaan anak-anak menonton televisi juga bisa berpengaruh buruk bagi perkembangannya. Pada anak di bawah umur 2 tahun, biasanya akan lebih tertarik pada dunia dua dimensi, yakni video dan audio.
Analisis
Dari artikel di atas dapat kita ketahui dampak bahaya film kartun terhadap perkembangan pola pikir dan tata bahasa mereka . Seperti yang di contohkan di atas beberapa film kartun yang mempengaruhi perkembangan pola pikir anak. Bayangkan bahayanya anak-anak yang sedang dalam tahap pertumbuhan yang membutuhkan pengenalan dunia lima dimensi, tapi dipaksa hanya melihat dua dimensi. Ini akan membuat anak kehilangan minat untuk mengasah kemampuan motoriknya, seperti mengecap, membaui, serta kemampuan lainnya, seperti yang di ungkapkan Nagel (1957), perkembangan merupakan pengartian di mana terdapat struktur yang terorganisasikan dan mempunyai fungsi-fungsi tertentu dan karena itu bilamana terjadi perubahan struktur baik dalam organisasi maupun dalam bentuk, akan mengakibatkan fungsi. Dampak lanjutannya adalah anak bisa saja tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Bahkan bisa saja perilakunya antisosial karena disibukkan dengan menonton televisi. Meski banyak protes dari kalangan orangtua, nampaknya pihak-pihak terkait yang dikritik masih menutup mata terhadap realitas ini.
Rata-rata film kartun yang ditayangkan televisi kurang mendidik meskipun ada sebagian yang tetap bersifat edukatif. Namun di luar kekhawatiran orang tua terhadap kualitas film kartun itu sendiri, perlu diwaspadai iklan-iklan yang berseliweran sepanjang film kartun ditayangkan. Berikut tips yang bisa menjadi alternatif dalam memberi tontonan yang baik untuk anak:
    1. Kartun yang bersifat mendidik dan tidak menayangkan kekerasan atau sikap moral yang buruk seperti perkelahian atau balas dendam.
    2. Disajikan dalam bentuk rekaman atau kaset agar anak terhindar dari bahaya iklan yang dapat memberikan kontribusi menjadikan anak berkemungkinan menjadi konsumtif.
    3. Selama penayangan acara sebaiknya tetap didampingi oleh orang tua.
    4. Orang tua sebaiknya memilih tontonan untuk anaknya seperti film kartun yang membantu anak untuk merangkai kalimat, seperti kartun-kartun yang telah banyak ditayangkan yang mampu membantu anak untuk memerlancar pengucapan kata dan merangkai kalimat sehingga dapat menunjang perkembangan bahasa anak.
    Saran
Sebaiknya orang tua tidak serta merta membiarkan anaknya dididik oleh media, namun tetap diberikan pengawasan sehingga anak tidak menjadi korban media. Orang tua sebaiknya membantu anak untuk mencerna alur cerita dari film kartun dan memperjelas pengucapa kata-kata baru yang menarik perhatian anak sehingga anak dapat memperkaya kosa katanya.
Daftar pustaka
http://aninditayasha.blogspot.com/2012/03/hati-hati-film-kartun-tidak-mendidik.html
Selengkapnya... Posted by Ageng Dwi Prastyawan 0 komentar
pen_paper_cartoon
Penulisan ilmiah pada dasarnya merupakan argumentasi penalaran keilmuan yang dikomunikasikan lewat bahasa tulisan, dan dalam penulisan karya ilmiah itu diperlukan penguasaan yang baik mengenai hakikat keilmuan agar dapat melakukan penelitian dan sekaligus mengkomunikasikannya secara tertulis. Penulisan ilmiah itu sendiri dapat berupa tesis, disertasi, laporan penelitian atau publikasi ilmiah lainnya. Berikut adalah struktur penulisan ilmiah :
1. Pengajuan Masalah
Langkah pertama dalam suatu penelitian ilmiah adalah mengajukan masalah. Identifikasi masalah merupakan suatu tahap permulaan dari penguasaan masalah di mana suatu obyek dalam suatu jalinan situasi tertentu dapat kita kenali sebagai suatu masalah.
Dalam membuat suatu penelitian ilmiah permasalahan harus dibatasi ruang lingkupnya, pembatasan masalah itu merupakan upaya untuk menetapkan batas-batas permasalahan dengan jelas, yang memungkinkan kita untuk mengidentifikasi faktor mana saja yang termasuk ke dalam lingkup permasalahan, dan faktor mana yang tidak. Dengan pembatasan ini maka fokus masalah menjadi bertambah jelas yang memungkinkan kita untuk merumuskan masalah dengan baik.
Kemudian Perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan apa saja yang ingin kita carikan jawabannya.
Setelah masalah dirumuskan selanjutnya adalah menyatakan tujuan penelitian, Tujuan Penelitian adalah pernyataan mengenai ruang lingkup dan kegiatan yang akan dilakukan berdasarkan masalah yang telah dirumuskan, dan setelah tujuan dirumuskan langkah selanjutnya adalah merumuskan kegunaan penelitian yang merupakan manfaat yang dapat dipetik dari pemecahan masalah yang didapat dari penelitian.
2. Penyusunan Kerangka Teoritis dan Pengajuan Hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap permasalahan yang diajukan. Dalam mengajukan hipotesis hakikatnya harus mempergunakan pengetahuan ilmiah sebagai dasar argumentasi dalam mengkaji persoalan agar kita mendapatkan jawaban yang dapat diandalkan.
Agar sebuah kerangka teoritis dapat disebut meyakinkan maka argumentasi yang disusun tersebut harus dapat memenuhi beberapa syarat. Pertama, teori-teori yang dipergunakan dalam membangun kerangka berpikir harus merupakan pilihan dari sejumlah teori yang dikuasai secara lengkap dengan mencakup perkembangan-perkembangan terbaru. Kedua, analisis filsafati dari teori-teori keilmuan yang yang difokuskan kepada cara berpikir keilmuan yang mendasari pengetahuan tersebut dengan pembahasan secara eksplisit mengenai postulat, asumsi dan prinsip yang mendasarinya. Ketiga mampu mengidentifikasikan masalah yang timbul sekitar disiplin keilmuan tersebut.
3. Metodologi Penelitian
Metodologi adalah pengetahuan tentang metode-metode, jadi metodologi penelitian adalah pengetahuan tentang berbagai metode yang dipergunakan dalam penelitian.
Setiap penelitian pada hakikatnya mempunyai metode penelitian masing-masing dan metode penelitian tersebut ditetapkan berdasarkan tujuan penelitian. Adapun langkah-langkah dalam penyusunan metodologi penelitian adalah sebagai berikut,
1. Menyatakan secara lengkap dan operasional tujuan penelitian dalam bentuk pernyataan yang mengidentifikasikan variabel-variabel dan karakteristik hubungan yang akan diteliti.
2. Kemudian dilakukan suatu penarikan kesimpulan seperti mengenai tempat, waktu, kelembagaan dan sebagainya yang kemudian digeneralisasi sesuai variabel-variabel yang diteliti.
3. Selanjutnya menentukan metode penelitian yang tepat beserta teknik pengambilan contoh dan teknik penarikan kesimpulan yang relevan berdasarkan tujuan penelitian dan tingkat generalisasi yang diharapkan.
4. Hasil Penelitian
Setelah langkah-langkah di atas telah terlaksana, langkah berikutnya adalah melaporkan apa yang kita temukan berdasarkan hasil penelitian. Untuk melaporkan hasil penelitian maka secara singkat dan kronologis pertama-tama diberikan deskripsi tentang variabel yang diteliti yang disusul dengan teknik analisis yang dipergunakan. Setelah itu hasil pengukuran dilaporkan yang kemudian dilengkapi dengan kesimpulan analisis dari data yang telah dikumpulkan. Laporan ini ditulis dalam bentuk esai dengan kalimat-kalimat verbal yang mencakup semua pernyataan yang sepatutnya dikemukakan baik pernyataan yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif.
Langkah berikutnya adalah memberikan penafsiran terhadap kesimpulan analisis data dan yang terakhir adalah menyimpulkan pengujian hipotesis apakah ditolak atau diterima.
5. Ringkasan dan Kesimpulan
Ringkasan dan kesimpulan hakikatnya adalah kesimpulan yang disingkapkan oleh penelitian. Di mana kesimpulan pengujian hipotesis kemudian dikembangkan menjadi kesimpulan penelitian. Kesimpulan penelitian ini merupakan sintesis dari dari keseluruhan aspek penelitian yang terdiri dari masalah, kerangka teoritis, hipotesis, metodologi penelitian dan penemuan penelitian.
Kemudian ditentukan pembahasan kesimpulan penelitian dengan melakukan perbandingan terhadap penelitian lain dan pengetahuan ilmiah yang relevan, selanjutnya mengkaji implikasi penelitian dan terakhir mengajukan saran.
Selengkapnya... Posted by Ageng Dwi Prastyawan 0 komentar
sains
1. Pengertian Sains Dasar
Sains dasar merupakan suatu pengetahuan tentang konsep-konsep dasar yang ada dalam bidang ilmu Sains Dasar dalam rangka pembentukan dan pengembangan kepribadian untuk memperluas wawasan, perhatian, pengetahuan dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul khususnya terhadap sumber daya alam dan lingkungan. Berdasarkan penjelasan tersebut, bisa dibilang bahwa Sains dasar memberi landasan pengetahuan dan wawasan yang luas kepada mahasiswa agar memiliki keyakinan dan jiwa besar untuk bersikap profesional, dinamis dan mampu mengambil keputusan dan bertanggungjawab dalam memanfaatkan sumber daya alam dan lingkungannya.
Dengan memprogram mata kuliah Sains Dasar diharapkan daoat membantu mahasiswa agar memiliki cakrawala pandang yang lebih luas dalam bidang sains dengan penalaran komprehensif dalam membangun tanggungjawab terhadap sumber daya alam dan lingkungan.
2. Tujuan dan Fungsi Mata kuliah Sains Dasar
Tujuan mempelajari Sains Dasar tidak lain adalah untuk mengetahui setiap perilaku alam yang bermanfaat bagi manusia. Dalam buku Sains Dasar karangan Prof. Dr. Dr. Tjandrakirana, M.S., Sp. And. memperinci tujuan sebagai berikut.
1. Meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, melalui pemahaman tentang eksistensi dan hakekat alam semesta.
2. Meningkatkan kesadaran tentang keterkaitan antara kehidupan manusia dengan alam dan lingkungan.
3. Meningkatkan wawasan tentang alam dan lingkungan yang memberikan kekuatan bagi sumber-sumber kemakmuran masyarakat.
4. Meningkatkan kecintaan akan sumber-sumber alam dan lingkungan.
5. Menempatkan nilai-nilai sumber daya alam dan lingkungannya sebagai pendorong semangat ilmiah dalam kaitan dengan perkembangan IPTEK.
6. Mengembangkan kemampuan pribadi untuk berkehidupan bermasyarakat terutama dalam bidang kekaryaan profesi.
7. Mampu berpikir secara rasional, sistematis dan bersikap profesional dalam menyelesaikan masalah kehidupan.
8. Berjiwa besar dan mampu menerima pendapat orang lain secara logis dan ilmiah
9. Memupuk rasa tanggung jawab terhadap sumber daya alam dan lingkungan.
10. Mengembangkan interaksi yang selaras antara disiplin ilmu eksak dan nun eksak.
Sedangkan fungsi Sains dasar adalah untuk memecahkan masalah yang dihadapi manusia baik pada saat berintegrasi dengan sesama manusia maupun lingkungannya. Jika ilmu dasar telah dikuasai, maka diharapkan kita akan mengetahui bagaimana alam dapat bertingkah laku dalam kondisi tertentu.
3. Kegunaan Mata kuliah Sains Dasar
Karena fungsi Sains dasar adalah untuk memecahkan masalah di kalangan masyarakat sekaligus menenangkan kesejahteraan lahir dan batin, adapun kegunaan lainnya yang di golongkan ke dalam bidang-bidang tertentu seperti yang di jelaskan pada buku Sains Dasar karangan Prof. Dr. Dr. Tjandrakirana, M.S., Sp. And. sebagai berikut.
1. Bidang Teknologi Komunikasi dan Informasi
2. Bidang Pangan dan Perbaikan Gizi
3. Bidang Bioteknologi
4. Bidang kedokteran
5. Bidang pertanian
6. Bidang teknik
7. Bidang industri.
4. Ruang Lingkup Matakuliah Sains Dasar
Ruang lingkup Sains Dasar antara lain meliputi perkembangan penalaran dan fisik manusia, perkembangan dan pengembangan Sains, alam semesta, keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya, ekosistem, sumber daya alam dan lingkungan, sains dan teknologi dalam kehidupan manusia, bioteknologi dan aplikasinya serta pencemaran lingkungan dan kesehatan.
BAB II : PERKEMBANGAN PENALARAN DAN FISIK MANUSIA
1. Perkembangan Pikiran Manusia
a. Sifat Unik Manusia
Manusia sebagai salah satu penghuni bumi mempunyai beberapa kelebihan yang unik (berbeda) dibandingkan dengan penghuni bumi lainnya.
i. Sifat unik (kelebihan) manusia adalah rohaninya, yakni akal budi dan kemauannya yang sangat kuat sehingga manusia dapat mengembangkan IPTEK.
ii. Contoh : Manusia dapat terbang dengan pesawat terbang. Manusia dapat mengangkat barang puluhan ton dengan mobil derek. dll
b. Rasa Ingin Tahu
Berlandaskan kemampuan daya nalar maka pengetahuan yang diperoleh manusia saat ini merupakan dasar dari munculnya rasa ingin tahu tentang hal lainnya, sehingga rasa ingin tahu manusia selalu berkembang (curiousity).
i. Hewan
1. Hewan mempunyai otak sehingga mempunyai daya pikir namun terbatas pada instink (naluri) dan upaya mempertahankan diri serta turunannya.
2. Instink ditujukan untuk kelangsungan hidupnya, seperti : memperoleh makanan, perlindungan diri, perkembangbiakan.
ii. Manusia
1. Mempunyai naluri dan daya nalar.
2. Dengan daya nalar, pengetahuan yang diperoleh saat ini merupakan dasar dari munculnya rasa ingin tahu tentang lainnya
3. rasa ingin tahu manusia selalu berkembang (curiousity).
2. Sejarah Perkembangan Pengetahuan Manusia
Hasrat ingin tahu dan daya nalar yang dimiliki menyebabkan manusia selalu bertanya tentang gejala-gejala alam. Untuk menjawab pertanyaan / rasa ingin tahunya, manusia sering mereka-reka atau mencari-cari sendiri jawabannya. Jawaban semacam ini umumnya tidak logis tetapi sering dapat diterima masyarakat awam sebagai kebenaran. Pengetahuan semacam ini disebut sebagai pseudo science, yaitu mirip sains tetapi bukan sains.
3. Perkembangan Fisik Manusia
Fisik tubuh manusia pastinya akan mengalami pertumbuhan seiring dengan bertambahnya usia. Proses tersebut dimulai dari anak sejak dalam kandungan di mana kandungan tersebut membesar dan hal tersebutlah yang membuktikan bahwa fisik manusia itu tumbuh sejak dalam kandungan. Proses perubahan tersebut hanya berawal dari satu sel yang sederhana pada saat pembuahan sampai ke bentuk yang sel yang sangat kompleks.
Masa pertumbuhan manusia cukup cepat pada masa kanak-kanak sampai remaja, kemudian sangat lambat. Secara umum pertumbuhan manusia dinyatakan sangat lambat karena memakan waktu sekitar 30% dari masa hidupnya.
Ciri-ciri manusia yang juga dimiliki hewan mamalia:
– Memiliki rambut
– Menyusukan anak
– Mempunyai kelenjar keringat.
4. Perkembangan Sifat dan Pikiran Manusia
Sifat dan pikiran manusia merupakan bawaan aslinya dari masa perkembangan yaitu pada masa anak-anak sampai ke masa pubertas. Ketika pada masa itu seluruh kemampuannya tidak di asah maka nanti pada waktu dewasa pasti kecerdasannya kurang.
Selengkapnya... Posted by Ageng Dwi Prastyawan 0 komentar
6_clip_image006
A. Mengenal Alam Semesta
Alam semesta ini bisa dibagi menjadi dua bagian besar yang dilihat dari besarnya materi, yaitu bagian yang berukuran sangat kecil dan berukuran sangat besar. Benda berukuran kecil termasuk dalam mikrokosmos dan yang besar termasuk dalam mikrokosmos. Benda yang besar itu kadang terlihat sangat kecil seperti misalnya bulan kalau dilihat dari bumi pasti kelihatan kecil, itu karena terpengaruh oleh jarak. Sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantu seperti teleskop.
Orang zaman dulu menganggap bumi berupa dataran yang pipih, dan mengira bahwa bumi sebagai pusat dari semua materi yang ada di alam ini termasuk matahari. Paham ini disampaikan oleh Ptolomeus yang dikenal dengan paham geosentris. Selanjutnya muncul lagi pernyataan dari Nicholas Copernicus yang menyatakan bahwa planet-planet termasuk bumi bergerak mengelilingi matahari atau yang lebih dikenal dengan teori Heliosentris.
Sesungguhnya manusia hanya mengira-ngira berdasar pada penelitian ilmiah tentang asal-usul alam semesta, karena yang mengetahuinya hanyalah tuhan semata. Alam semesta dibagi menjadi dua yaitu mikrokosmos dan mikrokosmos.
1. Mikrokosmos
Adalah bagian yang terkecil yang ada di alam semesta seperti sel, dll. Sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantu seperti mikroskop.
2. Makrokosmos
Adalah bagian besar dari alam semesta seperti planet, satelit, galaksi, dll. Karena dipengaruhi jarak yang jauh maka benda tersebut akan terlihat kecil sehingga diperlukan alat bantu seperti teleskop.
B. Tata Surya
Dalam teori Heliosentris menyebutkan bahwa Matahari adalah pusat dari perputaran planet-planet yang ada di sekitarnya dan menjadi sumber cahaya satu-satunya. Matahari merupakan satu dari jutaan bintang yang berada yang ada di dalam galaksi Bima Sakti. Berikut adalah beberapa teori mengenai cara terbentuknya tata surya.
1. Hipotesis Nebular
Kant dan Laplace menyebutkan bahwa tata surya terbentuk dari kondensasi massa awan gas atau massa kabut gas yang sangat panas.
2. Hipotesis Planetisimal
Chamberlain dan Molton mengatakan bahwa sistem tata surya ini terbentuk dari kabut gas yang sangat besar yang berkondensasi. Hipotesis ini bertitik tolak dari pemikiran teori Nebular.
3. Hipotesis Tidal
James Jeans dan Harold Jupiter mengatakan bahwa planet merupakan percikan dari matahari. Hal ini terjadi karena ada 2 buah matahari yang saling berdekatan sehingga tarik menarik yang memungkinkan bagiannya menjadi percikan-percikan yang akhirnya menjadi planet.
C. Rotasi Dan Revolusi Bumi
Matahari adalah pusat dari planet-planet yang dekat dengannya. Karena gaya tarik matahari yang besar sehingga membuat planet-planet di sekitarnya mengelilinginya. Planet-planet mengelilingi matahari seperti membentuk bangun elips. Dalam mengelilingi satu putaran penuh matahari, itu yang disebut dengan Revolusi, planet kita bumi ini memerlukan waktu sebanyak 365 hari atau satu tahun.
Dalam mengelilingi matahari planet tidak hanya diam dan mengikuti tarikan matahari. Akan tetapi planet juga berputar yang bisa menyebabkan perubahan siang dan malam. Hal inilah yang disebut dengan Rotasi. Planet bumi membutuhkan waktu 24 jam atau sehari untuk 1 putaran penuh.
D. Lithosfer, Hidrosfer, dan Atmosfer Bumi
Lithosfer, Hidrosfer, dan Atmosfer Bumi adalah lapisan-lapisan yang ada di bumi, selengkapnya akan dibahas di bawah ini :
1. Lithosfer Bumi terdiri dari inti bumi, selimut / mantel bumi dan kerak bumi. Pada mantel bumi di bagi menjadi 3 bagian yaitu Mesosfer, Astenosfer, dan Lithosfer.
2. Hidrosfer Bumi adalah lapisan yang di batasi oleh air di permukaannya seperti Samudera, lautan, sungai, dll.
3. Atmosfer adalah lapisan udara yang ada di bumi. Atmosfer mempunyai 4 lapisan utama yaitu Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, dan Termosfer.
E. Bulan
Bulan adalah satu-satunya satelit yang ada di bumi, disebut satelit bumi karena bulan selalu bergerak mengitari bumi dengan kecepatan yang sama sehingga permukaan bulan selalu terlihat sama. Jarak bulan dari bumi adalah 382 km dan berdiameter 3456 km. Permukaan bumi terdapat gunung-gunung dan daratan rendah seperti yang ada di bumi serta memiliki berat jenis kira-kira separuh berat jenis bumi. Bulan memiliki besar sekitar 1/82 bumi dan mempunyai gravitasi 1/6 dari permukaan bulan.
F. Hukum Gravitasi Bumi
Gravitasi adalah peristiwa tarik menarik antara dua benda atau lebih, misalnya seperti suatu benda yang jatuh ke tanah (bumi). Itu menunjukkan bahwa benda tersebut mendapat tarikan oleh bumi. Gravitasi bumi ini juga bisa memicu adanya pasang air laut, karena pada bulan purnama yaitu saat bulan dekat dengan bumi otomatis terjadi tarikan antara gravitasi bumi dan bulan, sehingga air laut bisa terangkat oleh gravitasi bulan.
Selengkapnya... Posted by Ageng Dwi Prastyawan 0 komentar